Jumat, 17 Juli 2015

jendela indonesia

MEMBENTUK  PEMUDA HARAPAN MASYARAKAT

                                 
“kaum muda yang terlalu suka hura-hura, bersenang-senang dengan cara yang keliru seperti narkoba, pasti akan menjadi PEMUDA YANG KALAH. Mereka akan runtuh ketanah tanpa mampu berbuat apapun untuk diri, keluarga dan masyarakat.”

          Siapa lagi yang meneruskan perjuangan dan perubahan kalau bukan kaum muda. Dipundak pemudalah terletak  tugas penting melanjutkan pembangunan  bangsa dan masyarakat. Kalau kaum muda rapuh maka dapat dipastikan masa depan bangsa akan keropos atau mudah rontok dihempas perubahan jaman.sebaliknya jika kaum muda kuat maka masa depan bangsa akan cemerlang.
          Peringatan hari sumpah pemuda yang lalu jangan sampai menjadi kegiatan yang rutin yang formalitas dan setelah peringatan selesai sudah langsung hilang dalam ingatan. Setiap peristiwa besar seperti sumpah pemuda harus menitiskan semangat yang tinggi untuk membangun peran pemuda di kancah pembangunan dan masyarakat. Disinilah terletak pergertian pemuda yang tajam antara pemuda yang berhaluan hedonis (pemuja  hura-hura) dan pemuda yang idealis. Idealis dalam pengertian ia sadar tanggungjawabnya sebagai pemuda harapan masyrakat. Pemuda yang idealis adalah pemuda yang mau belajar, menjaga moralitas serta peduli pada kejadiaan apapun disekelilingnya.
          Kebangkitan nasional dulu dan termasuk konsilidasi menentang penjajah, banyak dipengaruhi oleh kaum muda indonesia yang idealis. Idealisme tersebutlah yang mestinya dicontoh Oleh kaum muda saat ini. Maka amatlah menghawatirkan melihat kondisi kebanyakkan kaum muda  sekarang yang tidak peduli pada persoalan masyarakat, apolitik bahkan terjerat  pada gaya hidup yang tidak berguan seperti narkoba.
          Pemuda yang apatis dan tidak mau tahu tentang perubahan jaman adalah tipe pemuda yang pasti kalah didalam pertarungan hidup ini. Hidup ini adalah kompetisi menjadi yang terbaik didalam pemikiran, tindakan yang terbaik didalam  pegabdian. Mereka yang tidak mau belajar, hobi kepada hal-hal yang tidak bermanfaat hanya akan menambah deretan pemuda yang kalah. Pemuda yang kalah tidak hanya tidak berguna bagi negeri namun juga menjadi beban bangsa.
          Saya menghimbau dengan tegas, jangan sekali-kali menyentuh narkoba yang menjadi kaum muda  lemah dan jangan sampai membiarkan narkoba beredar dimasyarakat kita. Kita berantas penyakit ini secara bersama-sama sebab banyak  kaum muda yang lumpuh secara fisik dan psikis gara-gara narkoba.momentum perayaan sumpah pemuda kita jadikan sebagai penyemangat gerakan pemuda menolak narkoba. Sebab siapa pemuda dengan sengaja menjatuhkan diri ke jurang yang berbahaya, maka ialah salah satu penghianat reformasi dan merusak nilai-nilai universal sumpah pemuda.
          Melalui tulisan ini saya mengajak seluruh kaum muda kota malang untuk bangkit menjadi pemuda harapan masyarakat. Belajarlah dengan tekun,pahami teknoloogi, bangun empati sosial untuk masyarakat dan jauhkan diri dari segala macam perbuatan yang melemahkan kualitasmu. Sejak jaman dahulu pemuda-pemuda kota malang adalah sosok yang membanggakan karena keberaniannya,kreasinya,sportifitasnya, serta tipikalnya yang suka kerja keras. Hari iniu mari kita berjanji untuk menjadi yang terbaik.

MP, 30 Oktober 2008

Oleh : Drs, Peni Suparto, MAP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar