Jumat, 31 Oktober 2014

Teori Kepemimpinan dan Teknik kepemimpinan




TEORI KEPEMIMPINAN DAN TEKNIK KEPEMIMPINAN


         Kepemimpinan merupakan  cabang dari kelompok ilmu administrasi, khususnya ilmu administrasi negara. Sedangkan ilmu administrasi adalah salah satu cabang ilmu dari ilmu-ilmu sosial, dan merupakan cabang dari ilmu filsafat.
                 Dalam kepemimpinan ini terdapat hubungan antara manusia, yaitu hubungan mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan-ketaatan para pengikut atau bawahan karena di pengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Para pengikut terkena pengaruh kekuatan dari pemimpinnya, dan bangkitlah secara spontan rasa ketaatan pada pemimpin.
                 Kepemimpinan di masukkan dalam kategori  “ ilmu  terapan ” dari ilmu-ilmu sosial, sebab prinsip-prinsip, definisi, dan teori-teorinya diharapkan dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan taraf hidup manusia. Seperti ilmu-ilmu lain, kepemimpinan sebagai cabang ilmu bertujuan untuk:
1)    Memberikan pengertian kepada pemimpin mengenai kepemimpinan secara luas,
2)    Menafsirkan dari tinggkah laku pemimpin, dan
3)    Pendekatan terhadap permasalahan sosial yang dikaitkan dengan fungsi pemimpin.
Selanjutnya, ruang lingkup atau tema kepemimpinan itu pada intinya meliputi dua permasalahan pokok, yaitu:
-         Teori kepemimpinan, dan
-         Teknik kepemimpinan.

Teori kepemimpinan adalah :
A)  Suatu penggenerisasian dari suatu seri fakta mengenai sifat-sifat dasar dan perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinan.
B)   Dengan menekankan latar belakang historis, dan sebab-musabab timbulnya kepemimpinan serta persyaratan untuk menjadi pemimpin;
C)  Sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin, tugas-tugas pokok dan fungsinya, serta etika profesi yang perlu dipakai oleh pemimpin.
Teknik kepemimpinan ialah :
(1) Kemampuan dan keterampilan teknis pemimpin dalam menerapkan teori-teori kepemimpinan di tengah praktik kehidupan dan dalam organisasi tertentu, dan
(2) Melingkupi konsep-konsep pemikiranya, perilaku sehari-hari, serta peralatan yang di gunakan.
Dalam sistematika ulasan mengenai materi kepemimpinan , terlebih dahulu ditekankan masalah teori kepemimpinan. Baru kemudian didukung oleh uraian-uraian mengenai bentuk serta kepemimpinan. Hal ini ditunjukkan pada:
1)    Agar para pemimpin benar-benar menguasai teknik-teknik kepimpinan (sebagai bentuk perilaku praktis); sehingga berhasil fungsinya selaku pemimpin dan menerapakan teknik-teknik tertentu di tengah kehidupan dan organisasi.
2)    Melalui pemahaman teori-teori kepemimpinan, maka singkron dengan nilai secara norma-norma organisasi serta manajemen. Dengan demikian dapat ditingkatkan kualitas kepemimpinannya.
Tampaknya ada kecenderungan ditanah air sekarang ini untuk lebih menyukai gaya kepemimpinan yang akan datang dari luar negeri-khusunya negara eropa dan amerika serikatsedang ciri-cciri utama kepemimpinan yang diwariskan oleh nenek moyang sendiri (raja-raja,negarawan,pemimpin agama,seniman,sastrawan besar,dan tokoh pemimpin masyarakat lainya)  cenderung di abaikan atau dilupakan. Padahal syarat-syarat kepemimpinan yang diwariskan oleh para leluhur itu bila dikaji kembali dan diterapkan, pasti akan memberikan bobot moral, ajaran untuk membentuk watak dan kepribadian pemimpin, serta dapat meningkatkan kualitas teknis dan sosialnya.
Sehungan dengan uraian diatas, maka perlu dikaji kembali dan dipertahankan nilai-nilai moral yang bersumber pada pandangan hidup bangsa sendiri, untuk memunculkan pemimpin yang berwatak baik, berkepribadian, dan memiliki tanggung jawab susila yang tinggi. Disamping itu, kita dapat menyerap sifat-sifat utama dari kepemimpinan barat, antara lain ialah ciri yang demokratis, rasional, objektif, efektif, dan efisien.

   Mengingat kedudukan sentral  dari pancasila sebagai filsafat negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, maka perlu kita tuliskan pokok-pokok pikiran mengenai kepemimpinan pancasila yang dikemukakan oleh Dr.Ruslangani, Abdulgani, sehingga konsep-konsep dasar dan praktik-pratik kepemimpinan indonesia, dapat dikembangkan sesuai dengan sifat-sifat institusi di indonesia juga sesuai dengan tuntutan zaman. Dibahas pula kepimpinan abnormal dan sakit secara sosial-yang egoistis, overkompensatoris,sadistis,maha serakah,kejam, meraja lela, neurotis,kruptif­- itu pasti menyebarkan penyakitnya, dan menimbulkan banyak kepedihan serta kesengsaraan dikalangan luas.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar