TEORI KEPEMIMPINAN DAN TEKNIK KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan merupakan cabang dari kelompok ilmu administrasi,
khususnya ilmu administrasi negara. Sedangkan ilmu administrasi adalah salah
satu cabang ilmu dari ilmu-ilmu sosial, dan merupakan cabang dari ilmu
filsafat.
Dalam
kepemimpinan ini terdapat hubungan antara manusia, yaitu hubungan mempengaruhi
(dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan-ketaatan para pengikut atau bawahan
karena di pengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Para pengikut terkena pengaruh kekuatan
dari pemimpinnya, dan bangkitlah secara spontan rasa ketaatan pada pemimpin.
Kepemimpinan
di masukkan dalam kategori “ ilmu terapan ” dari ilmu-ilmu sosial, sebab
prinsip-prinsip, definisi, dan teori-teorinya diharapkan dapat bermanfaat bagi
usaha peningkatan taraf hidup manusia. Seperti ilmu-ilmu lain, kepemimpinan sebagai cabang ilmu
bertujuan untuk:
1)
Memberikan pengertian kepada pemimpin mengenai
kepemimpinan secara luas,
2)
Menafsirkan dari tinggkah laku pemimpin, dan
3)
Pendekatan terhadap permasalahan sosial yang dikaitkan
dengan fungsi pemimpin.
Selanjutnya,
ruang lingkup atau tema kepemimpinan itu pada intinya meliputi dua permasalahan
pokok, yaitu:
-
Teori kepemimpinan, dan
-
Teknik kepemimpinan.
Teori
kepemimpinan adalah :
A)
Suatu penggenerisasian dari suatu seri fakta mengenai
sifat-sifat dasar dan perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinan.
B)
Dengan menekankan latar belakang historis, dan
sebab-musabab timbulnya kepemimpinan serta persyaratan untuk menjadi pemimpin;
C)
Sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin,
tugas-tugas pokok dan fungsinya, serta etika profesi yang perlu dipakai oleh
pemimpin.
Teknik
kepemimpinan ialah :
(1)
Kemampuan dan keterampilan teknis pemimpin dalam
menerapkan teori-teori kepemimpinan di tengah praktik kehidupan dan dalam
organisasi tertentu, dan
(2)
Melingkupi konsep-konsep pemikiranya, perilaku
sehari-hari, serta peralatan yang di gunakan.
Dalam
sistematika ulasan mengenai materi kepemimpinan , terlebih dahulu ditekankan
masalah teori kepemimpinan. Baru kemudian didukung oleh uraian-uraian mengenai
bentuk serta kepemimpinan. Hal ini ditunjukkan pada:
1)
Agar para pemimpin benar-benar menguasai teknik-teknik
kepimpinan (sebagai bentuk perilaku praktis); sehingga berhasil fungsinya
selaku pemimpin dan menerapakan teknik-teknik tertentu di tengah kehidupan dan
organisasi.
2)
Melalui pemahaman teori-teori kepemimpinan, maka singkron
dengan nilai secara norma-norma organisasi serta manajemen. Dengan demikian
dapat ditingkatkan kualitas kepemimpinannya.
Tampaknya
ada kecenderungan ditanah air sekarang ini untuk lebih menyukai gaya
kepemimpinan yang akan datang dari luar negeri-khusunya negara eropa dan
amerika serikatsedang ciri-cciri utama kepemimpinan yang diwariskan oleh nenek
moyang sendiri (raja-raja,negarawan,pemimpin agama,seniman,sastrawan besar,dan
tokoh pemimpin masyarakat lainya) cenderung di abaikan atau dilupakan. Padahal
syarat-syarat kepemimpinan yang diwariskan oleh para leluhur itu bila dikaji
kembali dan diterapkan, pasti akan memberikan bobot moral, ajaran untuk
membentuk watak dan kepribadian pemimpin, serta dapat meningkatkan kualitas
teknis dan sosialnya.
Sehungan
dengan uraian diatas, maka perlu dikaji kembali dan dipertahankan nilai-nilai
moral yang bersumber pada pandangan hidup bangsa sendiri, untuk memunculkan
pemimpin yang berwatak baik, berkepribadian, dan memiliki tanggung jawab susila
yang tinggi. Disamping itu, kita dapat menyerap sifat-sifat utama dari
kepemimpinan barat, antara lain ialah ciri yang demokratis, rasional, objektif,
efektif, dan efisien.
Mengingat kedudukan sentral dari pancasila sebagai filsafat negara dan
pandangan hidup bangsa Indonesia, maka perlu kita tuliskan pokok-pokok pikiran
mengenai kepemimpinan pancasila yang dikemukakan oleh Dr.Ruslangani, Abdulgani,
sehingga konsep-konsep dasar dan praktik-pratik kepemimpinan indonesia, dapat
dikembangkan sesuai dengan sifat-sifat institusi di indonesia juga sesuai
dengan tuntutan zaman. Dibahas pula kepimpinan abnormal dan sakit secara
sosial-yang egoistis, overkompensatoris,sadistis,maha serakah,kejam, meraja
lela, neurotis,kruptif- itu pasti menyebarkan penyakitnya, dan menimbulkan
banyak kepedihan serta kesengsaraan dikalangan luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar