Senin, 10 November 2014

Kepemimpinan


Hakekat  filsafat administrasi negara, dan Definisi Kepemimpinan
1.A Hakekat filsafat administrasi Negara
Jika sesorang hendak membicarakan “ filsafat Administrasi ”, ada beberapa pengertian pokok yang perlu diketahui. Kegunaan suatu definisi ialah sebagai titik tolak pembahasan. Istilah-istilah tersebut adalah:
                   Filsafat dalam bahasa yunani terdiri dari dua suku kata, yaitu philos dan shopia. Philos biasanya diistilahkan dengan bahasa gemar, senang, atau cinta. Shopia dapat diartikan kebijaksanaan atau kearifan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “ filsapat ” berarti cinta kepada kebijaksanaan.
                   Belajar tentang administrasi negara seakan kita sedang bekerja untuk pemerintah, oleh karenanya ilmu administrasi negara sangat membentuk karakter  mahasiswa untuk menjadi bagian dari pemerintahan (publick servant).
Dalam mempelajari administrasi negara seseorang dituntut untuk mampu memahami apa itu administrasi negara? Dan di tuntut untuk menjadi seorang pelayan publik yang baik.
                   Administrasi negara tidak terlepas dari jiwa kepemimpinan, oleh karena itu, untuk  menjadi seseorang administrator publik yang baik harus memiliki jiwa kepemimpinan. Harapan saya pada matakuliahan ini dapat menjadi acuan bagi saya untuk belajar lebih jauh mengenai administrasi negara dan kepemimpinan. Saya ingin menjadi seorang pemimpin yang mampu memiliki karakter berdasarkan pada teori Y.
1.B.Pengertian Administrasi
Administrasi dapat mendefinisikan sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionallitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya ada beberapa hal yang terkandung dalam definisi diatas.
Pertama, administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya tidak diketahui.
Kedua, administrasi mempunyai unsur-unsur tertentu, yaitu adanya dua manusia atau lebih, adanya tujuan yang hendak dicapai, adanya tugas-tugas yang harus dilaksanakan, adanya peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan tugas-tugas itu. Kedalam golongan peralatan dan perlengkapan termasuk pola waktu, tempat peralatan materi serta sarana lainnya.
1.C. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah suatu aktifitas atau kegiatan yang sifatnya menuntun dan membimbing orang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Adapun sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalalah, bertanggung jawab,bijaksana, cerdas,cakap,berani, integritas, sopan, ulet, mempunyai pandangan kedepan, berwibawa,adil,rendah hati dll..
Untuk menjadi pemimpin adalah hak seorang manusia, kita merupakan keturanan adam dan hawa yang notabene adalah pemimpin, berarti kita semua adalah keturunan  pemimpin.
Pemimpin memiliki arti sempit dan arti luas, sbb;
Pemimpin dalam arti sempit, kita semua berkesempatan menjadi pemimpin didalam kehidupan sehari-hari,  Contoh dalam kehidupan keluarga, dalam keluarga yang menjadi pemimpin adalah ayah, ketika ayah tidak ada dirumah yang menjadi pemimpin adalah ibu, ketika ibu tidak ada dirumah yang menjadi pemimpin anaknya. pun begitu juga dalam diri kita sendiri, kita bisa menjadi pemimpin dalam diri sendiri contoh ketika sedang berada jauh dari orang tua kita dihadapkan dengan beberapa tanggung jawab dan keputusan yang harus kita ambil, kita mengatur diri sendiri membuat kebijakan sendiri, artinya adalah kita sudah menjadi pemimpin bagi diri sendiri.
Menurut saya, memimpin diri sendiri merupakan dasar untuk menjadi pemimpin besar, kemampuan diri dalam mempimpin diri sendiri itulah awal untuk mampu memimpin orang lain.
 Pemimpin dalam arti luas, pemimpin dalam suatu organisasi  atau birokrasi yang sudah diangkat secara formal oleh suatu organisasi dan kelembagaan. Contoh pemimpin dalam arti luas yaitu; birokrator, administrator public, mereka di tugaskan untuk menjadi the public servant untuk  negara dan masyarakat.
RUMUS KEPEMIMPINAN
L=F ( L .F .S ). L=Leadership ( Kepemimpinan ). F=fungction ( fungsi ).
L=leader  ( pemimpin ).  f= follower( anggota ). s= situation( situasi ).
Dari rumus tersebut dapat kita pahami bahwa pemimpin yang baik adalah atas dasar kepimpinan, anggota, dan situasi berdasarkan teori Y.  
Demikianlah definisi kepemimpinan, semoga dapat kita semua pahami bahwa kita adalah keturunan pemimpin artinya kita sebelum lahir ke dunia ini manusia pertama yang diciptakan oleh TUHAN adam dan hawa adalah pemimpin. Keturunan manusia tidak berdasarkan atas teori darwin yang mengatakan manusia keturunan kera, tapi melainkan kita keturunan adam dan hawa. Untuk menjadi pemimpin ada baiknya kita memulai dari hal-hal yang kecil menurut saya memimpin diri sendiri merupakan dasar dalam hidup ini untuk mencapai kesegala unsur yang besar, dari memimpin diri sendiri dengan baik merupakan ciri atau kualitas kepribadian seseorang yang mampu memimpin orang banyak. Bagaimana bisa seseorang menjadi pemimpin didalam masyarakat jika tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Keluarga adalah tahap pertama untuk kita mempraktekkan kepemimpinan yang ada pada diri kita. kesimpulannya adalah “ pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang sukses memimpin dirinya sendiri ”. Seorang filsuf iran Saadi mengatakan, berikan kata-kata manis kepada orang lain. “ dengan memberikan kata-kata manis dan keramahtamahan kita bisa menuntun gajah dengan sehelai rambut ”.
Creech tidak ada kelompok kerja yang jelek yang ada hanya pemimpin yang jelek ”.




















































                                               




Jumat, 31 Oktober 2014

makalah politik dan strategi keamanan

Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional
KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim ,  puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia NYA kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah Kewarganegaraan . Makalah ini berisikan tentang informasi yang menjelaskan tentang Politik dan Strategi Keamanan Nasional.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan , oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak khususnya dosen kami Bapak SOLIHIN SH . yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini .
            Dan kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita .
Amin .





Palembang, Oktober 2011




                                                                                                                        Penyusun















BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sebagai suatu bangsa yang berada di dalam lingkungan dunia yang luas bersama - sama dengan bangsa-bangsa lain, maka dalam perjuangan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, tidak daptat dihindari bahwa bangsa Indonesia mempunyai kepentingan-kepentingan  yang bisa bertabrakan dengan kepentingan bangsa lain. Dalam keadaan demikian, bangsa Indonesia yang cinta damai mengutamakan penyelesaian melalui perundingan dan diplomasi. Tetapi disebabkan karena tiada satu pun kekuatan di dunia yang dapat menjamin bahwa bangsa lain tidak akan menggunakan perang sebagi cara penyelesaian, maka bangsa Indonesia harus menjalankan upaya pertahanan dan keamanan untuk membela dirinya dari berbagai bentuk ancaman perang yang bisa dilancarkan terhadapnya oleh bangsa lain.
Semua pernyataan tersebut harus dipenuhi atas dasar landasan ideal Pancasila, landasan konstitusional Undang-Undang Dasar 1945 dan doktrin-doktrin Nasional yaitu Ketahanan Nasional, Integrasi Nasional, dan wawasan Nusantara yang di dalamnya aspek Hankamnas merupakan bagian yang tidak dapatdan tidak boleh dipisahkan.
Seperti telah dijelaskan di atas, mempelajari masalah Hankamnas tidak hanya pada pelaksanaannya saja, melainkan harus juga mulai dari persiapan sampai dengan mengatasi akibatnya dan mecegahnya. Dalam persiapan ini harus disusun dan di tentukan suatu pedoman bagaimana meningkatkan Hankamnas dalam rangka Ketahanan Nasional, dengan sarana-sarana apa dan bagaimana penggunaannya  untuk dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan. Pedoman ini akan berwujud dalam apa yang dinamakan Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional (Polstrahankamnas), yang selanjutnya akan dipaparkan dalam makalah ini.
1.2  Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan agar kita lebih menyadari kenyataan dan meningkatkan upaya untuk memelihara daya tangkal yang efektif, apabila kita tidak ingin dipengaruhi oleh bayangan semu akan keamanan karena keberhasilan politik dan mencegah pertentangan dan menghindari pertikaian yang akan bisa dimanfaatkan pihak lain yang tidak bersahabat dengan Indonesia.
1.3  Manfaat
Dengan makalah ini mahasiswa diharapkan dapat mempertahankan dan mengamankan segala hasil perjuangan yang telah dicapai di bidang politik, ekonomi, sosial budaya , agama dan militer.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Politik
          Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah “polis” berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan “teia” berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki.
            Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan, pembagian, atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan (policy), dan distribusi atau alokasi sumber daya.
2.2  Pengertian Strategi

Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.
            Dalam pengertian umum strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.

2.3  Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional
           
Politik dan strategi pertahanan dan keamanan merupakan bagian integral dari politik dan Strategi Nasional (Polstranas). Polstra Hankam bersifat saling mengisi saling mendukung dan saling memperkuat (Sinergi) dengan politik dan strategi bidang-bidang kehidupan lainnya dalam Polstranas.

2.4 Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
           
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.


Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
            Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”.        Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.           

2.5  Tujuan Polstrahankamnas
           
Polstrahankamnas disusun dengan tujuan untuk menjadi pedoman dalam usaha meningkatkan ketahanan Hankamnas dalam rangka ketahanan nasional dengan sarana material dan pembiayaan keuangan yang terbatas dapat mengamankan dan sekaligus mendorong kecepatan peningkatan ketahanan di bidang kesejahteraan nasional. Untuk itu diperlukan persyaratan-peryaratan sebagai berikut:
a.          Adanya suatu konsep politik dan strategi Hankamnas yang merupakan bagian integral dari politik dan strategi nasional yang berjangka panjang, sedang  dan pendek yang mencakup dua ospek kokoh:
·         Pembangunan kekuatan-kekuatan dan kemampuan-kemampuan Hankamnas
·         Penggunaan kekuatan-kekuatan dan kemampuan-kemampuan tersebut
b.      Suatu mekanisme yang tepat untuk merealisasikan konsepsi politik dan strategi tersebut
c.          Kepemimpinan Hankamnas yang mampu merealisasikan konsepsi politik dan strtegi tersebut.

2.6  Landasan Polstrahankamnas

Untuk penyusunan Polstrahankamnas diperlukan landasan berpijak agar tidak menyimpang dari cita-cita dan tujuan Bangsa dan Negara. Landasan ini dapat dibedakan menjadi empat macam yang tidak terpisahkan yaitu:
a.       Landasan idiil
Landasan idiil polstrahankamnas adalah pancasila
b.      Landasan konstitusional
Landasan konstitusional Polstrahankamnas adalah UUD 1945
c.       Landasan doktrin
Landasan  doktrin Polstrahankamnas disusun dalam dua tingkat yaitu tingkat Nasional dan Hankamnas. Landasan doktrin tingkat nasional terdiri dari:
·         Wawasan nusantara
·         Ketahanan nasional
·         Integritas nasional
d.      Landasan operasional
Pada landasan operasional dapat pula diperinci menjadi yang berhubungan  dengan politik nasional dan yang berhubungan dengan strategi nasional. Politik nasional adalah politik pembangunan nasional yang mempunyai fokus  yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan dan kebutuhaan setiap era yang dimasuki.
Fokus strategi nasioanal harus sama dengan politik nasional, karena strtegi nasional adalah politik nasioanal dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu strategi nasional adalah strategi pembangunan. Strategi nasional sebagai landasan operasional adalah cara pembinaan dan penggunaan sarana dan sebagainya untuk terwujudnya politik  nasional. Sarana strategi nasional adalah tujuan atau maksud yaitu apa yang hendak dicapai. Dalam hal ini dapat dibedakan adanya sasaran kedalam dan sasaran keluar.
Sasaran kedalam yaitu integrasi nasional dengan mewujudkan identitas dan integrasi nasional. Sedangkan sasaran keluar ada 3 macam:
1.      Mendukung kepentingan nasional didalam negeri (pembangunan nasional)
2.      Memperjuangkan kedudukan terhormat didalam pergaulan antar bangsa dengan titik berat pada ASEAN terkoordinasikan secara erat dan akrab serta pada forum PBB yang mantap berwibawa dan efektif
3.      Mengadakan hubungan internasional lainnya, baik yang bersiat bilateral maupun multilateral.

2.7  Hubungan Polstrahankamnas dengan Polstranas
           
Khusus mengenai hubungan Polstrahankamnas dengan politik luar negeri dapat dikemukakan sebagai berikut:
Politik Hankamnas mengandung unsur-unsur :
a)      Pernyataan cita-cita dari Bangsa dan Negara
b)      Pembinaan dan penggunaan secara totalitas potensi Hankamnas
c)      Pencapaian tujuan Hankamnas dalam rangka pencapaian tujuan nasional
Strategi Hankamnas mengandung unsur-unsur:
a)      Seni dan pengetahuan
b)      Pengembangan dan penggunaan kekuatan Ipoleksom
c)      Diperlukan baik pada waktu perang maupun pada waktu damai
d)     Penjamin tercapainya tujuan Hankamnas dalam rangka pencapaian tujuan nasional.
            Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa politik strategi hankamnas maupun politik luar negeri mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai tujuan nasional.

2.8  Faktor-Faktor Polstrahankamas
           
            Faktor-faktor Polstrahankamnas yang dimaksud adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dan perhitungkan. Diantara faktor-faktor tersebut adalah:
  • Doktrin
  • Wawasan nasional
  • Sistem Hankamrata
  • Geografi
  • Manusia
  • Masyarakat
  • Material
  • Ekonomi
  • ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Manajemen
  • Pengaruh luar negeri
  • Kepemimpinan

2.8  Bahaya yang Mengancam Hankamnas
           
            Bahaya yang mengancam Hankamnas dapat terwujud dalam bentuk-bentuk perang sebagai berikut:
  • Perang umum
  • Perang terbatas
  • Perang Revolusioner atau perang pembebasan Nasional
  • Cara kekerasan lainnya
  • Penilaian








BAB III
PENUTUP

3.1              Kesimpulan
·                      Persoalan Hankam merupakan salah satu bidang kehidupan nasional, oleh karena itu seperti terlihat dalam uraian-uraian bahwa polstrahankamas tidak dapat terlepas dari Polstranas, bahkan Polstranas merupakan dasar dari Polstrahankamnas.
·                  Polstrahankamnas menentukan kebijaksanaan,  arah, dasar dan saran-saran dalam pembinaan atau pembangunan dan penggunaan kekuatan Hankamnas yang meliputi seluruh potensi nasional yang Ipoleksom.
·    Dengan terlaksananya Polstrahankamnas maka akan dapat terjamin ketahanan di bidang Hankam dalam batas-batas kemampuan.
·          Polstrahankamnas akan dapat memberi dasar pokok pada sistem Hankamrata.















DAFTAR PUSTAKA

.      Sayidiman Suryohadiprojo, Pokok-pokok Pikiran Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, Lemhanas, Jakarta 1975.
.      Departemen Pertahanan Keamanan, Realisasi Pembangunan Pertahanan Keamanan Nasional dan Kekaryaan ABRI, cetakan k-2, Jakarta, 1971.
      •  


kepemimpinan menurut saya



Malang, 17 Oktber 2014

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu aktifitas atau kegiatan yang sifatnya menuntun dan membimbing orang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai kepemimpinan alangkah lebih baik kita pahami dulu perbedaan pemimpin dan pimpinan.
A.    Pemimpin
Pemimpin adalah orang yang mampu memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan.
B.     Pimpinan
Orang yang menduduki jabatan dalam suatu organisasi atau birokrasi

          Adapun sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalalah, bertanggung jawab,bijaksana, cerdas,cakap,berani, integritas, sopan, ulet, mempunyai pandangan kedepan, berwibawa,adil,rendah hati dll..
Seorang pemimpin memiliki 5 komitmen antara lain;
1.     Komitmen pada organisasi
2.     Komitmen pada diri sendiri
3.     Komitmen pada pelanggan
4.     Komitmen pada orang lain
5.     Komitmen pada tugas

Untuk menjadi pemimpin adalah hak seorang manusia, kita merupakan keturanan adam dan hawa yang notabene adalah pemimpin, berarti kita semua adalah keturunan  pemimpin.
Pemimpin memiliki arti sempit dan arti luas, ssb;
Pemimpin dalam arti sempit, kita semua berkesempatan menjadi pemimpin didalam kehidupan sehari-hari,  Contoh dalam kehidupan keluarga, dalam keluarga yang menjadi pemimpin adalah ayah, ketika ayah tidak ada dirumah yang menjadi pemimpin adalah ibu, ketika ibu tidak ada dirumah yang menjadi pemimpin anaknya. pun begitu juga dalam diri kita sendiri, kita bisa menjadi pemimpin dalam diri sendiri contoh ketika sedang berada jauh dari orang tua kita dihadapkan dengan beberapa tanggung jawab dan keputusan yang harus kita ambil, kita mengatur diri sendiri membuat kebijakan sendiri.
Menurut RICO RICARDO (2014;10) memimpin diri sendiri merupakan dasar untuk menjadi pemimpin besar, kemampuan diri dalam mempimpin diri sendiri itulah awal untuk mampu memimpin orang lain.
 Pemimpin dalam arti luas, pemimpin dalam suatu organisasi  atau birokrasi yang sudah diangkat secara formal oleh suatu organisasi dan kelembagaan. Contoh pemimpin dalam arti luas yaitu; birokrator, administrator public, mereka di tugaskan untuk menjadi the public servant untuk  negara dan masyarakat.

RUMUS KEPEMIMPINAN
                                                          L=F ( L .F .S )
                                                          L=Leadership ( Kepemimpinan )
                                                        F=fungction   ( fungsi )
                                                        L=leader        ( pemimpin )
                                            f= follower       ( anggota )                                      
                                          s= situation   ( situasi )

Dari rumus tersebut dapat kita pahami bahwa pemimpin yang baik adalah atas dasar kepimpinan, anggota, dan situasi.
Leader ; orang memimpin, sedangkan ship adalah patner pemimpin
Fungction ; adalah fungsi pemmpin
Follower   ; pengikut atau anggota
Situasi      ; keadaan atau suasana
Contoh didalam ruangan kelas dosen sedang memberi materi kepada mahasiswa. Yang menjadi pemimpin didalam ruangan kelas tersebut adalah dosen, fungsinya memberi materi dengan harapan mahasiswa memahami dan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang materi yang dosen berikan, anggotanya adalah mahasiswa, sedangkan situasinya adalah ada kusri ada papan tulis dan pelbagai alat lain yang dosen gunakan.

Ada tiga teori seseorang dapat menjadi pemimpin;
a.                   Teori genetik
Teori ini mengatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan.
b.Teori sosial
Teori ini mengatakan menjadi pemimpin karena adanya proses pembelajaran dan keinginan seseorang untuk menjadi pemimpin.
c.Teori ekologi
             teori ekologi atau lingkungan mengatakan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena ada faktor lingkungan yang baik, pergaulan yang baik, adanya proses ilmu yang ia dapatkan dari liingkungan formal maupun nonformal.
    
Demikianlah yang dapat saya bagikakan, semoga bermanfaat dan dapat kita semua pahami bahwa kita adalah keturunan pemimpin artinya kita sebelum lahir ke dunia ini manusia pertama yang diciptkan oleh TUHAN adam dan hawa adalah pemimpin. Keturunan manusia tidak berdasarkan atas teori darwin yang mengatakan manusia keturunan kera, tapi melainkan kita keturunan adam dan hawa.
Untuk menjadi pemimpin ada baiknya kita memulai dari hal-hal yang kecil menurut saya memimpin diri sendiri merupakan dasar dalam hidup ini untuk mencapai kesegala unsur yang besar, dari memimpin diri sendiri dengan baik merupakan ciri atau kualitas kepribadian seseorang yang mampu memimpin orang banyak. Bagaimana dia bisa menjadi pemimpin didalam masyarakat jika tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Keluarga adalah tahap pertama untuk kita mempraktekkan kepemimpinan yang ada pada diri kita. kesimpulannya adalah “ pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang sukses memimpin dirinya sendiri ”.
Seorang filsuf iran Saadi mengatakan, berikan kata-kata manis kepada orang lain. “ dengan memberikan kata-kata manis dan keramahtamahan kita bisa menuntun gajah dengan sehelai rambut ”.
Creech “ tidak ada kelompok kerja yang jelek yang ada hanya pemimpin yang jelek ”.


Demikian yang dapat saya kutip Dari berbagai sumber.


Terimakasih.                                                                                                                                                                                                                                                   FISIPOL
                                                                                                                        ADM. NEGARA
 Salam
RICO